10 Unit X-Ray Segera Hadir di Kepri, Pemprov Perkuat Penanganan TBC

“Makanya, kita libatkan camat, lurah, kepala desa serta kader untuk meningkatkan temuan atau deteksi TBC di Kepri. Semuanya memang butuh biaya, Kemenkes siap dukung,” kata Benjamin.

Ia mengungkapkan Kepri masih menjadi salah satu provinsi dengan tingkat penemuan kasus TBC yang relatif rendah secara nasional. Dari estimasi sekitar 13.000 kasus TBC di Kepri, baru sekitar 7.000 kasus yang berhasil ditemukan, sementara sisanya masih terus ditelusuri.

Bacaan Lainnya

Meski tingkat penemuan kasus masih menjadi tantangan, Benjamin memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pengobatan TBC di Kepri.

Menurutnya, sekitar 95 persen kasus TBC yang ditemukan di Kepri berhasil diobati hingga sembuh, dan angka tersebut termasuk salah satu yang tertinggi secara nasional.

“Perkara mengobati Kepri sudah hebat, kita akui itu. Persoalannya tingkat temuan kasus TBC masih rendah. Inilah yang harus kita kejar, temukan orang sakit TBC lalu diobati sampai sembuh,” tegasnya.

Pemprov Kepri memandang penguatan deteksi dini menjadi langkah strategis untuk memutus rantai penularan TBC. Dengan semakin banyak kasus yang ditemukan, masyarakat yang terdiagnosis dapat segera memperoleh pengobatan dan pendampingan hingga sembuh.

Program penanganan TBC juga menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah pusat. Indonesia saat ini masih menghadapi beban TBC yang tinggi dan menempati posisi kedua negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia setelah India.

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, penguatan fasilitas kesehatan, tenaga medis, kader serta keterlibatan masyarakat, Kepri diharapkan mampu meningkatkan angka penemuan kasus sekaligus mempertahankan keberhasilan pengobatan TBC. (Iman)

Pos terkait