220 UMKM, Ribuan Pengunjung. ‘Cerita di Balik Festival Kopi Merdeka Tanjungpinang’

KABAREKONOMI.CO.ID, TANJUNG PINANG – Aroma kopi yang menguar dari ratusan stan menyambut langkah pengunjung di kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Jumat (21/8/2026). Di bawah langit sore yang hangat, Festival Kopi Merdeka 2026 resmi dibuka—bukan sekadar perayaan, tetapi denyut kehidupan bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan harapan pada setiap cangkir yang tersaji.

Selama empat hari, hingga 24 Agustus mendatang, kawasan bersejarah itu berubah menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan ekonomi rakyat. Sebanyak 220 stan UMKM berjajar rapi, mayoritas diisi pelaku usaha lokal Tanjungpinang yang menghadirkan beragam produk—mulai dari racikan kopi khas, kuliner tradisional, hingga kerajinan tangan bernilai seni.

Bacaan Lainnya

Di antara hiruk-pikuk pengunjung, para pelaku UMKM tampak sibuk melayani pembeli. Senyum mereka bukan hanya karena dagangan laris, tetapi juga karena kesempatan yang jarang datang—dipertemukan langsung dengan pasar yang luas dalam satu momentum.

Festival Kopi Merdeka bukanlah cerita baru. Ini adalah kali kelima event tersebut digelar dan konsisten menjadi bagian dari kalender pariwisata Kepulauan Riau. Namun, setiap penyelenggaraan selalu membawa semangat yang berbeda—lebih matang, lebih meriah, dan lebih berdampak.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, melihat festival ini sebagai lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menyebutnya sebagai ruang tumbuh bagi ekonomi masyarakat.

“Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi. UMKM kita diberi panggung, wisatawan datang, dan transaksi terjadi. Inilah kekuatan ekonomi berbasis masyarakat,” ujarnya.

Pos terkait