Sejak awal bencana, Telkomsel berkomitmen dan melakukan aksi cepat untuk memulihkan jaringan di wilayah bencana. Telkomsel mengerahkan seluruh sumber daya, mencakup pengiriman logistik masif berupa 829 pack battery, 48 unit rectifier, dan 48 unit genset (40 unit 20 KVA dan 8 unit 40 KVA), serta 21 ton solar untuk mendukung operasional perangkat jaringan di wilayah terdampak.
Distribusi dilakukan melalui jalur udara dan darat dengan koordinasi bersama BNPB dan TNI AU, menggunakan armada dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Kualanamu (Medan) dan Bandara Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh).
Pengiriman logistik berlangsung sejak awal bencana terjadi, dimulai dengan penerbangan Susi Air yang membawa 20 pack battery dan perangkat kebutuhan lainnya dari Medan untuk memenuhi percepatan pemulihan jaringan di Aceh Tengah.
Kemudian, pada tanggal 14 dan 15 Desember, Telkomsel kembali mengirimkan secara masif 150 pack battery dan 10 genset 20 KVA dari Halim ke Kualanamu, dilanjutkan ke Aceh Tengah bersama solar 5,5 ton dan sembako. Besok, 16 Desember, rencana pengiriman 330 pack battery dari Halim ke Banda Aceh akan memperkuat pemulihan di wilayah lainnya.
Kolaborasi dan Dedikasi Tim Lapangan Selain dukungan logistik, Telkomsel telah menurunkan 58 operator yang bekerja 24 jam di lapangan untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. Mereka tidak hanya menghidupkan kembali site, tetapi juga melakukan konfigurasi penuh agar kualitas layanan tetap terjaga. Sinergi dengan BNPB, TNI AU, dan pemerintah daerah menjadi faktor kunci keberhasilan pemulihan ini.
Harapan untuk Aceh Pemulihan jaringan di Takengon menjadi tonggak penting dalam upaya Telkomsel mengembalikan konektivitas di Aceh. Dengan 68 site ON AIR dan beroperasi normal secara penuh di wilayah Takengon, Telkomsel berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal dan tetap terhubung dengan keluarga serta layanan darurat.
Telkomsel akan terus memberikan update progres pemulihan melalui kanal resmi perusahaan. Upaya ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menjaga harapan dan mendukung kebangkitan masyarakat Aceh.(**)
