DPK Naik, NPL Terkendali. Kepala BI Rony : Perbankan Kepri Kokoh Hadapi 2026

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Kinerja sektor perbankan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan tren positif hingga November 2025. Pertumbuhan kredit, aset, dan dana pihak ketiga (DPK) tercatat solid dengan tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang tetap terjaga pada level aman.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P di sela-sela Bincang Bareng Media BI Kepri pada Selasa (30/12/2025) pagi menegaskan bahwa, total kredit perbankan di Kepri mencapai Rp92,38 triliun, tumbuh 20,14 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Bacaan Lainnya

“Capaian ini jauh melampaui pertumbuhan kredit nasional yang berada di angka 7,43 persen yoy dengan total kredit nasional sebesar Rp8.308,7 triliun, “jelasnya.

Sejalan dengan itu, tambahnya, aset perbankan di Kepri juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga November 2025, aset perbankan Kepri tercatat Rp120,37 triliun, tumbuh 13,94 persen yoy.

Sementara secara nasional, aset perbankan mencapai Rp17.449,1 triliun dengan pertumbuhan 10,35 persen yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kepri mencapai Rp103,34 triliun, tumbuh 14,23 persen yoy. Pertumbuhan ini sejalan dengan tren nasional, di mana DPK nasional tercatat Rp9.553,9 triliun dengan pertumbuhan 11,94 persen yoy.

“Meski kredit tumbuh pesat, kualitas pembiayaan tetap terjaga. NPL perbankan Kepri berada di level 2,68 persen, masih di bawah ambang batas aman. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan NPL nasional sebesar 2,21 persen, namun masih mencerminkan kondisi perbankan yang sehat, ” Tegasnya.

Sementara itu, tambahnya, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2024, kinerja perbankan Kepri menunjukkan akselerasi. Pada periode tersebut, kredit tercatat Rp79,32 triliun dengan pertumbuhan 10,93 persen yoy, aset Rp105,33 triliun tumbuh 13,45 persen yoy, dan DPK sebesar Rp91,07 triliun dengan pertumbuhan 14,67 persen yoy.

Adapun NPL berada di level 2,90 persen, yang berarti terjadi perbaikan kualitas kredit pada tahun berjalan.

Capaian ini menunjukkan peran sektor perbankan sebagai motor penggerak ekonomi daerah, seiring meningkatnya aktivitas usaha, perdagangan, serta konsumsi masyarakat di Kepri.

Pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional juga mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi daerah.

“Ke depan, sinergi antara perbankan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha diharapkan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga,” tutupnya. (iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *