Potensi Ekonomi Kepri 2026, BI: Pariwisata Regeneratif, Industri Kreatif, dan Data Center Jadi Motor Baru Pertumbuhan

IDNNEWS.CO.ID, Batam – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diproyeksikan memasuki fase akselerasi baru pada tahun 2026.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepri memetakan sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari pariwisata regeneratif, industri kreatif, hingga industri digital berbasis data center.

Bacaan Lainnya

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus disela-sela Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia pada Rabu (28/1/2026) pagi menegaskan bahwa, struktur ekonomi Kepri ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada sektor manufaktur dan perdagangan, melainkan bergerak menuju ekonomi bernilai tambah tinggi dan berorientasi global.

“Kepri memiliki keunggulan geografis, konektivitas internasional, serta sumber daya manusia yang semakin adaptif. Kombinasi ini menjadi modal penting untuk mendorong transformasi ekonomi Kepri yang lebih inklusif dan berkelanjutan pada 2026,” ujar Ardhienus.

Pada sektor pariwisata, Kepri mencatatkan pencapaian penting setelah terpilih sebagai Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) bersama Bali dan Jakarta melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Jakarta pada Agustus 2025.

Berdasarkan hasil asesmen pariwisata berkualitas, Kepri memperoleh skor 4,60, menunjukkan kesiapan daerah dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya dan lingkungan.

Hasil penilaian menunjukkan pilar ekonomi dan sosial budaya menjadi kekuatan utama pariwisata Kepri, didukung oleh partisipasi aktif masyarakat lokal, pelestarian budaya Melayu pesisir, serta pengelolaan destinasi yang semakin profesional.

Sejumlah destinasi unggulan diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan pada 2026, antara lain Batam, Bintan, dan Anambas. Pertumbuhan ini sejalan dengan tren wisata berkualitas yang mengedepankan pengalaman autentik, keberlanjutan lingkungan, dan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Pariwisata Kepri tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas belanja wisatawan dan pemerataan manfaat ekonomi,” kata Ardhienus.

Selain pariwisata, industri kreatif juga masuk dalam tujuh sektor prioritas nasional yang tercantum dalam peta jalan Indonesia Emas 2045. Kepri, khususnya Batam, dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan subsektor film, animasi, dan konten digital.

Salah satu contoh konkret adalah keberadaan Infinite Studios, pionir industri kreatif Indonesia yang telah beroperasi sejak 2005. Studio ini berperan penting dalam produksi film animasi internasional yang seluruhnya berorientasi ekspor, dengan karya-karya yang ditayangkan di berbagai platform global seperti Disney Junior, Netflix, Nickelodeon, hingga HBO.

Infinite Studios juga berkontribusi dalam pengembangan ekosistem UMKM kreatif dengan membina dan meng-outsource pekerjaan ke lebih dari 22 studio animasi UMKM di berbagai daerah di Indonesia.

“Industri kreatif menjadi sektor strategis karena mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong ekspor jasa, serta memperkuat citra Kepri sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis teknologi,” jelas Ardhienus.

Di sektor industri digital, Batam semakin mengukuhkan posisinya sebagai hub data center regional. Kedekatan geografis dengan Singapura dan jalur kabel bawah laut internasional seperti Selat Malaka menjadikan Batam sangat kompetitif dalam pengembangan infrastruktur digital.

Data menunjukkan kapasitas data center di Batam telah mencapai 4,23 MW dengan 18 data center aktif, dan diproyeksikan terus bertambah seiring meningkatnya permintaan layanan digital di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah pusat pun memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan pusat data di Batam sebagai bagian dari strategi nasional transformasi ekonomi digital.

“Batam memiliki peluang besar menjadi gerbang digital Indonesia ke pasar global. Tantangannya adalah memastikan kesiapan infrastruktur, pasokan energi, dan pengembangan SDM digital,” ungkap Ardhienus.

Dengan penguatan tiga sektor utama tersebut, Bank Indonesia optimistis ekonomi Kepri pada 2026 akan tumbuh solid dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah terhadap dinamika global.

“Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi ini benar-benar terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kepri,” tutup Ardhienus. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *