Batam Siap Melaju, Proyek Pipa Gas WNTS–Pemping Dorong Investasi dan Ekonomi Kepulauan

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Pemerintah pusat bersama PLN dan pelaku industri migas resmi memulai pembangunan pipa gas dari West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping. Groundbreaking Ceremony yang digelar di Pulau Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Selasa (10/2/2026) pagi, menjadi penanda dimulainya proyek strategis nasional yang digadang-gadang akan memperkuat ketahanan energi sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi Batam dan kawasan sekitarnya.

Proyek ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi menjadi fondasi penting bagi keandalan pasokan gas bumi yang selama ini menjadi tulang punggung kelistrikan Batam. Dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun, pembangunan pipa WNTS–Pemping diharapkan mampu menjawab tantangan lonjakan kebutuhan energi akibat pesatnya pertumbuhan industri dan investasi.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT PLN Energy Primer Indonesia (PLN EPI), Rakhmad Dewanto, menyebut proyek ini sebagai tonggak sejarah baru sektor energi di Batam. Ia mengungkapkan, pertumbuhan kebutuhan listrik Batam mencapai 15 persen per tahun, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya berkisar 3–4 persen.

“Angka ini empat sampai lima kali lipat pertumbuhan nasional. Lebih dari 90 persen pasokan listrik Batam bergantung pada gas bumi. Saat ini kebutuhan gas Batam berada di kisaran 160–180 juta kaki kubik per hari,” ujar Rakhmad.

Dengan dibangunnya pipa WNTS–Pemping, gas dari Natuna akan dapat dialirkan langsung ke Batam tanpa hambatan distribusi. Menurut Rakhmad, keandalan pasokan listrik pun akan jauh lebih terjamin, sekaligus mengurangi risiko defisit energi yang selama ini membayangi wilayah kepulauan.

Rakhmad menegaskan proyek ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan energi nasional. Melalui Kementerian ESDM, PLN EPI resmi ditugaskan membangun pipa WNTS–Pemping sejak 31 Januari 2025.

Tak hanya membangun infrastruktur, PLN EPI juga telah mengamankan kontrak pasokan gas sebesar 111 juta kaki kubik per hari dari West Natuna Exploration Limited untuk periode 2027–2035.

“Pipanya dibangun, gasnya tersedia. Ini langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian energi,” tegas Rakhmad.

Langkah ini sekaligus menandai pergeseran kebijakan energi nasional, dari orientasi ekspor menuju pemenuhan kebutuhan domestik, khususnya untuk pembangkit listrik dan sektor industri strategis.

Dari sisi pelaksanaan proyek, Direktur PT Timas Suplindo, Hugo Tangara, menjelaskan pembangunan pipa WNTS–Pemping dilakukan dengan skema fast track guna mengejar kebutuhan energi yang terus meningkat.

Saat ini, progres proyek telah mencapai sekitar 27 persen. Pada bulan ini, Timas mulai mengerjakan proses trenching dari darat ke laut, sementara pekerjaan pipelaying dilakukan menggunakan kapal DP2 berbendera Indonesia, Timas T-1201.

“Tantangan terbesarnya adalah penyambungan pipa WNTS ke Pulau Pemping dengan metode hot tapping. Ini pekerjaan teknis yang membutuhkan presisi tinggi,” jelas Hugo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *