Imlek dan Doa dalam Diam, Pantangan-Pantangan yang Diyakini Membawa Keberuntungan

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Menjelang perayaan Hari Raya Imlek yang jatuh pada Selasa (17/2/2026), rumah-rumah keluarga Tionghoa mulai dipenuhi warna merah, aroma hidangan khas, serta tawa sanak saudara yang berkumpul dari berbagai penjuru.

Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender lunar. Bagi umat Tionghoa, momen ini adalah waktu sakral untuk menyambut keberuntungan, kesehatan, dan kemakmuran. Karena itulah, selain tradisi berkumpul keluarga dan berbagi angpao, ada pula sejumlah pantangan yang dipercaya dapat memengaruhi nasib sepanjang tahun.

Bacaan Lainnya

Pantangan-pantangan ini diwariskan lintas generasi, menjadi bagian dari kearifan budaya yang hingga kini masih dijaga. Dirangkum dari berbagai sumber, termasuk Alibaba.com, berikut beberapa larangan yang lazim dihindari selama perayaan Imlek.

Jangan Menyapu atau Membuang Sampah di Hari Pertama
Hari pertama Imlek diyakini sebagai masa mengumpulkan energi positif. Menyapu lantai atau membuang sampah dipercaya sama saja dengan “mengusir” rezeki. Karena itu, banyak keluarga memilih membersihkan rumah sebelum malam tahun baru, lalu menghentikan aktivitas bersih-bersih saat perayaan dimulai.

Jika terpaksa membersihkan, ada aturan tak tertulis: sapu dari luar ke dalam—bukan sebaliknya—agar keberuntungan tetap tinggal di rumah.

Hindari Pakaian Hitam dan Putih
Dalam budaya Tionghoa, hitam dan putih identik dengan suasana duka. Warna-warna ini dihindari saat Imlek, terutama ketika berkumpul bersama keluarga besar atau berkunjung ke tempat ibadah. Merah justru menjadi pilihan utama, melambangkan kebahagiaan, energi, dan hoki.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *