KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau mencatat tren pertumbuhan positif sektor keuangan syariah sepanjang 2025 se-Indonesia. Peningkatan tersebut tercermin dari naiknya indeks literasi dan inklusi keuangan syariah, seiring penguatan ekosistem ekonomi berbasis syariah di Kota Batam.
Kepala OJK Provinsi Kepri, Sinar Danandjaya, menyampaikan bahwa pada Jumat (27/2/2026), OJK Kepri bersama Bank Riau Kepri Syariah sukses menyelenggarakan kegiatan Gerak Syariah (Gebyar Ramadan Keuangan Syariah) di Lapangan Dang Anom, Batam.
“Kegiatan ini bukan hanya menyemarakkan Ramadan, tetapi juga menjadi wujud nyata penguatan ekosistem keuangan syariah di Batam,” ujarnya dalam diskusi hangat melalui pesan sigkat elektroniknya kepada KE Groups pada MInggu (1/3/2026) pagi.
Acara tersebut dimeriahkan berbagai tenant makanan halal, fashion muslim, layanan mobil perbankan syariah, hingga lomba Dai Cilik dan Hadroh. Selain mendorong transaksi ekonomi syariah, kegiatan ini juga dinilai memperkuat budaya Melayu yang sarat nilai-nilai Islam.
Berdasarkan data evaluasi terbaru, Indeks Literasi Keuangan Syariah di tingkat nasional meningkat signifikan dari 39,11 persen pada 2024 menjadi 43,42 persen pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan prinsip keuangan syariah semakin baik.
Sementara itu, Indeks Inklusi Keuangan Syariah juga naik dari 12,88 persen pada 2024 menjadi 13,41 persen pada 2025. Artinya, semakin banyak masyarakat yang tidak hanya memahami, tetapi juga memanfaatkan layanan jasa keuangan syariah secara riil.
Menurut Sinar, capaian ini menjadi sinyal positif bahwa edukasi dan perluasan akses layanan keuangan syariah mulai membuahkan hasil.
Sebagai pusat industri dan gerbang internasional di Kepulauan Riau, Batam dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi lokomotif ekonomi syariah di wilayah tersebut. Aktivitas perdagangan, jasa, hingga sektor UMKM menjadi peluang besar bagi pengembangan pembiayaan dan produk keuangan berbasis syariah.
Sinergi antara OJK dan lembaga jasa keuangan seperti BRK Syariah diarahkan untuk memastikan layanan keuangan syariah hadir dalam berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari konsumsi halal hingga akses permodalan usaha.
OJK juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan perlindungan konsumen. Setiap peningkatan inklusi keuangan, kata Sinar, harus diiringi rasa aman bagi masyarakat dari praktik keuangan ilegal atau tidak bertanggung jawab.
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi syariah di Kepri berjalan inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
OJK berharap kegiatan Gerak Syariah di Dang Anom menjadi pemantik semangat seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung penguatan ekonomi syariah di Bumi Segantang Lada. (Iman Suryanto)










