KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Februari 2026 tercatat tetap terkendali dan masih berada dalam kisaran target.
Berdasarkan data yang dipaparkan Bank Indonesia (BI), inflasi Kepri pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,44 persen secara bulanan (month to month/mtm), berbalik dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,09 persen (mtm).
Sementara itu, secara tahunan inflasi Kepri tercatat 3,54 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,94 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan inflasi yang terjadi pada Februari dipengaruhi oleh sejumlah komoditas, baik dari sisi makanan maupun jasa.
“Inflasi bulanan terutama dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan, nasi dengan lauk, tarif angkutan udara, beras, serta cabai merah,” ujar Rony.
Ia menjelaskan, kenaikan harga emas perhiasan terjadi seiring dengan masih berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara itu, kenaikan harga nasi dengan lauk berkaitan dengan meningkatnya harga bahan baku pangan.
Selain itu, tarif angkutan udara juga mengalami kenaikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri.
“Komoditas pangan seperti beras dan cabai merah turut mengalami kenaikan sejalan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” jelasnya.
Meski demikian, BI mencatat tekanan inflasi lebih tinggi masih tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas lainnya, seperti bensin, bawang merah, telur ayam ras, buncis, dan daging ayam ras.
Dari sisi daerah Indeks Harga Konsumen (IHK), Kota Tanjungpinang mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,99 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 5,83 persen (yoy).
Sementara itu, Batam mengalami inflasi 0,40 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 3,13 persen (yoy), dan Karimun mencatat inflasi 0,01 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 4,13 persen (yoy).
Secara nasional, inflasi pada Februari 2026 tercatat 0,68 persen (mtm) dan 4,76 persen (yoy).
Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kepri akan terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri agar inflasi tetap terkendali. (Iman Suryanto)










