Kepala OJK Sinar Danandjaya: NPL BPR Kepri Turun ke 5,12 Persen, Jauh Lebih Sehat dari Nasional

Kepala OJK Provinsi Kepri, Sinar Danandjaya
Kepala OJK Provinsi Kepri, Sinar Danandjaya

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan tren positif. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BPR di Kepri tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan, NPL BPR nasional berada di angka 12,44 persen. Angka tersebut mencerminkan rata-rata kredit bermasalah BPR secara nasional yang masih cukup tinggi, seiring dengan tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah.

Bacaan Lainnya

Namun kondisi berbeda terjadi di Kepri. NPL BPR di wilayah ini justru mengalami penurunan dari 5,78 persen menjadi 5,12 persen. Capaian tersebut tidak hanya jauh lebih rendah dibandingkan nasional, tetapi juga menunjukkan adanya perbaikan kualitas kredit di daerah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepri, Sinar Danandjaya, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa kondisi ekonomi masyarakat Kepri relatif terjaga, khususnya di sektor UMKM yang menjadi mayoritas debitur BPR.

“Alhamdulillah, untuk BPR di wilayah Kepri rasio kredit bermasalahnya relatif rendah dibandingkan BPR nasional. Bahkan NPL kita menurun dari 5,78 persen menjadi 5,12 persen. Ini bisa menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat Kepri, khususnya UMKM, memiliki kinerja yang baik sehingga kemampuan membayar angsurannya tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penurunan NPL juga mencerminkan kuatnya mitigasi risiko yang diterapkan BPR di Kepri. Menurutnya, kualitas analis kredit dan sumber daya manusia (SDM) BPR di daerah dinilai mampu melakukan penilaian kredit secara lebih selektif dan profesional.

“Ini juga menunjukkan bahwa mitigasi risiko BPR di Kepri berjalan baik. SDM dan analis kreditnya kompeten, termasuk dalam melakukan restrukturisasi apabila dibutuhkan,” tambahnya.

Dengan tren NPL yang terus membaik, OJK berharap BPR di Kepri dapat semakin optimal dalam mendukung pembiayaan UMKM sekaligus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *