KABAREKONOI.CO.ID, TANJUNGPINANG — Senja di Kota Tanjungpinang perlahan berubah menjadi malam ketika satu per satu jurnalis datang dan berkumpul di sebuah kedai kopi sederhana di Jalan Tanjung Uban Lama. Aroma kopi yang khas bercampur dengan canda dan tawa para wartawan yang selama ini lebih sering bertemu di ruang liputan.
Di tempat itulah, Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pembagian paket sembako kepada para anggota komunitas, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aroma Kopi—yang juga menjadi kantor sekretariat KJK di Komplek Ruko Central Kencana, Nomor 20, Tanjungpinang—menjadi momentum silaturahmi bagi para jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam komunitas tersebut.
Suasana hangat terasa sejak awal acara. Para anggota saling menyapa, bertukar cerita tentang aktivitas liputan, hingga berbagi pengalaman selama menjalani profesi sebagai jurnalis. Bagi sebagian dari mereka, momen seperti ini menjadi kesempatan langka untuk berkumpul tanpa dikejar tenggat berita.
Tidak hanya sekadar buka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian paket sembako kepada anggota komunitas. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian dan semangat berbagi yang ingin terus dijaga di dalam KJK.
Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya komunitas untuk memperkuat solidaritas di antara para anggotanya.
“Selama ini KJK memang sering berbagi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Namun kami juga ingin menunjukkan bahwa KJK tidak hanya berbagi ke luar, tetapi juga berbagi untuk sesama anggota. Karena pada dasarnya KJK ini adalah keluarga besar bagi para jurnalis yang tergabung di dalamnya,” ujar Ady.
Menurutnya, Ramadan selalu menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat empati dan kebersamaan. Oleh karena itu, komunitas jurnalis ini berusaha menjadikan bulan suci sebagai momentum untuk mempererat hubungan antarsesama.
Kegiatan buka puasa di Tanjungpinang tersebut bukanlah satu-satunya aksi sosial yang dilakukan KJK selama Ramadan tahun ini.
Sebelumnya, komunitas ini juga menggelar kegiatan berbagi bersama Komunitas Sedekah Jumat (Sejuk) Kota Batam dengan menyalurkan puluhan paket sembako kepada anak-anak di Panti Asuhan AT-Taqwa, Batam Center.
Paket bantuan yang diserahkan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi puluhan anak yatim piatu serta balita yang tinggal di panti asuhan tersebut.
Bagi KJK, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan bagian dari komitmen untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah momentum yang sangat tepat untuk memperkuat rasa empati dan solidaritas sosial. Kami berharap kegiatan berbagi seperti ini bisa terus dilakukan, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga pada kesempatan lainnya,” kata Ady.
Meski tergolong sebagai komunitas yang masih relatif muda, Komunitas Jurnalis Kepri telah menunjukkan berbagai kiprah positif dalam waktu yang cukup singkat.
Sejak terbentuk, KJK tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para jurnalis di Kepulauan Riau, tetapi juga aktif menggelar berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Sejumlah kegiatan telah dilakukan, mulai dari bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako ke panti asuhan, kegiatan donor darah, hingga berbagai aksi kemanusiaan lainnya.
Tak hanya itu, komunitas ini juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Beberapa kegiatan yang pernah digelar antara lain aksi bersih pantai bersama masyarakat serta penanaman mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir di wilayah Kepulauan Riau.
Bagi para anggota, kegiatan-kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.
Ady menegaskan bahwa KJK ingin terus berkembang menjadi komunitas yang solid dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
“Kami ingin KJK dikenal bukan hanya sebagai komunitas jurnalis, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif bergerak dan memberi manfaat. Walaupun usia komunitas ini masih terbilang muda, kami ingin terus berbuat dan berkontribusi untuk masyarakat,” ujarnya.
Di tengah kesibukan para jurnalis mengejar berita setiap hari, kebersamaan seperti yang terlihat di malam Ramadan itu menjadi pengingat bahwa di balik profesi yang penuh dinamika, ada rasa kekeluargaan yang terus dijaga.
Dan dari sebuah kedai kopi sederhana di Tanjungpinang, semangat kebersamaan itu kembali ditegaskan: bahwa jurnalis juga bisa menjadi bagian dari gerakan berbagi dan kepedulian sosial bagi masyarakat. (Iman)










