KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Transformasi pengelolaan limbah medis kini menjadi bagian penting dari agenda efisiensi, keberlanjutan, dan ekonomi hijau di sektor kesehatan.
Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) menghadirkan terobosan baru dengan mengoperasikan teknologi Sterilwave, sebuah sistem modern yang mampu menghancurkan sekaligus mensterilkan limbah medis infeksius secara aman dan ramah lingkungan.
Inovasi ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan lingkungan, tetapi juga membuka peluang nilai ekonomi baru dari limbah yang selama ini dianggap sebagai beban biaya.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait saat dihubungi KE Group pada Kamis (9/4/2026), menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan sistem pengelolaan limbah medis yang berstandar tinggi sekaligus berorientasi keberlanjutan.
Melalui teknologi Sterilwave, limbah medis non-anatomis seperti plastik bekas alat kesehatan, jarum suntik, hingga material infeksius lainnya diolah melalui dua tahapan utama: penghancuran (shredding) dan sterilisasi menggunakan gelombang mikro bersuhu terkontrol.
Proses tersebut memastikan seluruh mikroorganisme berbahaya dinonaktifkan, sehingga material hasil olahan tidak lagi bersifat infeksius dan aman dimanfaatkan kembali. Inilah titik penting yang mengubah paradigma pengelolaan limbah medis dari sekadar dimusnahkan menjadi sumber bahan baku baru.
“Kami berkomitmen menghadirkan pengelolaan limbah medis yang tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan,” ujar Ariastuty.
Salah satu implementasi konkret dari inovasi ini adalah pemanfaatan material hasil sterilisasi sebagai bahan baku pembuatan paving block. Limbah plastik medis yang telah steril dicampur dengan material konstruksi seperti semen dan pasir, kemudian dicetak dan dikeringkan hingga menjadi produk yang kuat dan layak digunakan.










