KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H/2026, perputaran ekonomi sektor peternakan di Batam diprediksi mengalami lonjakan signifikan. Tingginya kebutuhan hewan kurban tak hanya mencerminkan meningkatnya aktivitas ibadah masyarakat, tetapi juga menjadi indikator bergairahnya daya beli serta arus perdagangan ternak lintas daerah menuju Kota Batam, Kepulauan Riau.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam memperkirakan kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 9.000 ekor, terdiri dari 3.000 sapi dan lebih dari 6.000 kambing. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan permintaan masyarakat yang terus tumbuh menjelang hari besar keagamaan.
Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, saat dihubungi pada Senin (27/4/2026), membenarkan proyeksi tersebut. Menurutnya, peningkatan kebutuhan hewan kurban menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah, khususnya sektor peternakan dan distribusi logistik.
“Kebutuhannya total ada sekitar 9.000 hewan kurban, terdiri dari 3.000 sapi dan 6.000 kambing atau lebih,” ujarnya.
Batam sebagai kota industri dan perdagangan tidak memiliki basis peternakan besar, sehingga sebagian besar pasokan hewan kurban berasal dari luar daerah seperti Sumatra Barat, Lampung, hingga Nusa Tenggara Barat.
Kondisi ini menciptakan rantai pasok panjang yang melibatkan peternak, pedagang, transporter, hingga pelaku usaha pakan ternak.
Momentum Iduladha menjadi salah satu periode paling dinanti para peternak. Permintaan yang melonjak dalam waktu singkat mampu meningkatkan perputaran uang miliaran rupiah, sekaligus membuka peluang usaha musiman bagi masyarakat.
Selain itu, tingginya kebutuhan hewan kurban juga mencerminkan stabilitas ekonomi masyarakat Batam. Di tengah dinamika ekonomi global, peningkatan konsumsi hewan kurban menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat untuk berkurban tetap terjaga bahkan cenderung meningkat.










