


KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Nyanyang Haris Pratamura resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk masa bakti 2026–2031.
Pelantikan para pimpinan dan pengurus DPD HKTI Provinsi Kepri periode 2026-2031 dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum HKTI, Sudaryono yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).
Dimana pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sektor pertanian di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis unik dan penuh tantangan.
Dalam sambutannya, Nyanyang yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi pilar penting dalam pembangunan daerah, meskipun Kepri dikenal sebagai provinsi maritim dengan dominasi wilayah laut mencapai sekitar 98 persen.
Menurutnya, kondisi Kepri yang terdiri dari lebih dari 2.000 pulau menghadirkan berbagai tantangan serius bagi pengembangan pertanian. Mulai dari keterbatasan lahan, kondisi tanah yang beragam, hingga persoalan distribusi sarana produksi dan tingginya biaya logistik.
Namun demikian, Nyanyang menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk stagnasi. Sebaliknya, kondisi geografis tersebut harus dijadikan peluang untuk mendorong inovasi di sektor pertanian.
“Kepri memiliki peluang besar untuk mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi, termasuk urban farming, hortikultura, serta komoditas bernilai ekonomi tinggi yang sesuai dengan karakter wilayah kepulauan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa transformasi pertanian di Kepri harus diarahkan pada peningkatan produktivitas sekaligus peningkatan nilai tambah bagi petani. Dengan pendekatan yang tepat, sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan, luas kawasan pertanian di Kepri saat ini mencapai sekitar 221 ribu hektare yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Meski tergolong kecil dibandingkan provinsi lain, potensi ini dinilai masih sangat dapat dioptimalkan melalui intensifikasi dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Selain itu, indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) Kepri pada Mei 2026 tercatat sebesar 107,40 atau mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Angka ini mencerminkan bahwa pendapatan petani relatif lebih tinggi dibandingkan pengeluarannya.










