KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Suasana biasanya formal yang melekat pada sosok pejabat, mendadak berubah total menjadi penuh tawa dan aroma durian yang menggoda ketika Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia sekaligus Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, turun langsung ke kebun durian di kawasan Kebun Wisata Batam, Senin siang (29/6/2026).
Tak sendiri, Sudaryono ditemani Ketua DPD HKTI Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura bersama para pengurus HKTI yang tampak antusias mengikuti agenda panen durian tersebut.
Namun siapa sangka, agenda yang awalnya terlihat formal berubah menjadi tontonan penuh gelak tawa. Begitu tiba di kebun, Sudaryono tampak menatap pohon durian yang sedang berbuah lebat.
“Yang itu bagus ya? Saya pilih yang itu saja… jangan-jangan ini durian premium,” canda Sudaryono sambil menunjuk salah satu buah yang menggantung.
Tak ingin sekadar melihat, sang Wakil Menteri langsung ikut memetik durian pilihannya sendiri. Begitu durian berhasil diturunkan, drama kedua dimulai.
Alih-alih meminta bantuan, Sudaryono justru mengambil parang dan mencoba membelah sendiri kulit durian yang terkenal keras.
“Kalau jadi Wakil Menteri harus bisa buka durian,” ujarnya disambut riuh tawa para peserta.
Sekali congkel… Belum terbuka.
Dua kali congkel…Masih bertahan.
Tak menyerah, Sudaryono kembali mencoba hingga akhirnya krakkk… Durian terbuka sempurna.
“Nah ini dia… kemenangan rakyat durian!” katanya sambil tertawa.
Tak mau kalah, Ketua DPD HKTI Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, ikut turun tangan. Dengan gaya percaya diri, Nyanyang memilih satu buah durian lain yang terlihat matang.
Namun drama lucu kembali terjadi saat Nyanyang mencoba membuka durian pilihannya.
Kedua tokoh itu lalu duduk santai menikmati hasil panen langsung dari pohon.
Suasana resmi berubah menjadi seperti pesta kecil pecinta durian. Beberapa pengurus HKTI bahkan mulai saling membandingkan rasa.
“Yang ini legit.”
“Yang sana manis.”
“Yang punya Pak Wamen kayaknya kelas ekspor.”
Sementara Sudaryono mengatakan kegiatan seperti ini menjadi simbol bahwa sektor pertanian harus terus dekat dengan masyarakat, termasuk mengembangkan potensi agrowisata dan komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, durian merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi ekonomi besar apabila dikelola serius.
Di sisi lain, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan HKTI Kepri siap mendorong pengembangan pertanian produktif di daerah, termasuk komoditas buah-buahan lokal yang memiliki nilai jual tinggi.
Siang itu, di tengah rindangnya kebun dan aroma khas sang raja buah, satu hal menjadi pemandangan menarik.
Pejabat negara, pengurus organisasi tani, dan masyarakat larut dalam suasana sederhana.
Tak ada podium.
Tak ada pidato panjang.
Hanya suara tawa…
Dan durian yang sukses menyatukan semuanya. (Iman Suryanto)










