KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara bakal mengaktifkan kembali (reaktivasi) fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau. Pabrik berkapasitas 600 ribu ton tersebut ditargetkan kembali beroperasi paling lambat akhir tahun depan guna mendukung implementasi mandatori biodiesel B50.
Sebagai informasi, implementasi bahan bakar minyak (BBM) jenis baru berupa biodiesel B50 atau campuran solar dengan minyak sawit sebesar 50 persen mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Abdul Ghani mengatakan reaktivasi fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan biodiesel nasional.
“Kami akan mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau, 600 ribu ton. Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah bisa berproduksi, karena ini sebenarnya reaktivasi saja. Itu bisa mendukung ini B50 pasti,” ujar Abdul Ghani dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (6/7/2026).
Abdul Ghani menjelaskan, perusahaan telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study/FS) untuk proyek reaktivasi tersebut.










