KABAREKONOMI.CO.ID, TANJUNG PINANG – Rentetan keluhan dari para pemilik pangkalan gas subsidi terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram yang tidak kunjung naik kini bergeser ke wilayah pinggiran dan pusat pertumbuhan baru Kota Tanjungpinang.
Wilayah yang cukup jauh dari pusat kota komersial membuat operasional pangkalan kian terjepit akibat tingginya beban logistik yang harus ditanggung secara mandiri.
Kondisi tersebut dialami langsung oleh Randi, pemilik Pangkalan LPG 3 Kg resmi yang berlokasi di Perumahan Gading Mas Raya, Jalan Sukajaya Kilometer 13, RT 02/RW 03, Kelurahan Batu Sembilan, Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Berada di area pemukiman yang terus berkembang di Km 13, pangkalan ini menjadi tumpuan utama bagi ratusan kepala keluarga sekitar untuk mendapatkan energi bersubsidi.
“Sebagai pangkalan resmi, kami selalu patuh pada aturan pemerintah daerah untuk melayani masyarakat miskin dan UMKM sesuai dengan HET yang tertera di papan plang kami, yaitu Rp18.000 per tabung. Namun, jika ditinjau secara jujur dari hitungan pengeluaran di lapangan saat ini, angka tersebut sudah sangat tidak layak lagi,” ungkap Randi saat ditemui di lokasi pangkalan rumahnya, Rabu (15/7/2026).










