Transformasi BP Batam, Fary Francis Dorong Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

KABAREKONOMI.CO.ID, Vietnam – Kawasan industri di masa depan tidak lagi cukup mengandalkan penjualan lahan sebagai sumber pendapatan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kawasan tersebut mampu menciptakan nilai tambah ekonomi melalui investasi yang berkelanjutan.

Gagasan inilah yang menjadi pelajaran utama yang dibawa Delegasi Badan Pengusahaan (BP) Batam usai melakukan kunjungan ke Vietnam Singapore Industrial Park (VSIP) 1 di Provinsi Binh Duong, Vietnam, pada 29 Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis dalam tulisannya yang diterima redaksi pada Kamis (30/7/2026) pagi, menilai keberhasilan VSIP menjadi salah satu kawasan industri terbaik di Asia Tenggara bukan semata karena luas kawasan atau banyaknya lahan yang dijual, melainkan karena keberhasilannya membangun ekosistem investasi yang memberikan kepastian kepada investor.

“Kami belajar bahwa investor tidak datang untuk membeli lahan. Mereka datang membeli kepastian,” tulis Fary dalam refleksinya usai memimpin delegasi BP Batam ke VSIP.

Dalam kunjungan tersebut, Fary didampingi Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi Dendy Gustinandar, Direktur Perencanaan Investasi Irfan Syakir, Direktur Pengelolaan Lahan Hatlas Buana, serta Direktur Perencanaan Infrastruktur Fesly. Delegasi diterima langsung oleh Direktur VSIP, Ang Siong Seng.

Menurut Fary, pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan kesempatan mempelajari bagaimana sebuah kawasan industri dapat menjadi instrumen pembangunan ekonomi nasional.

Kepastian Lebih Penting daripada Lahan

Dalam diskusi bersama manajemen VSIP, Ang Siong Seng menyampaikan satu pesan yang menurut Fary sangat penting.

“Investor tidak datang membeli lahan. Mereka datang membeli kepastian.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *