KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – Indonesia dan Uni Eropa memperkuat kemitraan strategis untuk mempercepat pembangunan transportasi berkelanjutan melalui investasi, alih teknologi, serta pengembangan infrastruktur rendah karbon. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi yang modern, tangguh terhadap perubahan iklim, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kerja sama tersebut melibatkan pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, asosiasi bisnis, hingga sektor swasta sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih efisien, inklusif, dan ramah lingkungan.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, mengatakan transportasi berkelanjutan merupakan fondasi penting bagi peningkatan konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan transisi hijau Indonesia.
Menurutnya, melalui strategi Global Gateway, Uni Eropa berkomitmen memobilisasi investasi berkualitas, menghadirkan keahlian teknologi Eropa, serta membangun kemitraan jangka panjang guna mendukung pembangunan infrastruktur transportasi yang modern dan rendah emisi karbon.
“Melalui kolaborasi antara otoritas publik, lembaga pembiayaan pembangunan, dan sektor swasta, kami ingin menerjemahkan dialog menjadi kerja sama nyata yang membuka peluang bisnis dan investasi jangka panjang,” ujarnya.
Salah satu bentuk nyata kerja sama tersebut adalah proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang didukung KfW Development Bank. Pada tahap pertama, proyek ini memperoleh pendanaan sebesar 236 juta euro untuk modernisasi dan elektrifikasi jalur kereta komuter Surabaya-Sidoarjo.
Proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas transportasi publik sekaligus memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim melalui sistem transportasi yang lebih efisien dan rendah emisi.










