KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat mulai mempersiapkan berbagai cara untuk memeriahkan momentum kemerdekaan. Selain mengikuti upacara, masyarakat juga kerap membagikan ucapan melalui media sosial maupun aplikasi pesan seperti WhatsApp.
Namun, masih banyak yang keliru dalam menuliskan ucapan kemerdekaan, terutama penggunaan istilah “HUT RI ke-81” dan “Dirgahayu HUT RI”.
Kesalahan tersebut bukan sekadar persoalan penempatan kata. Dalam kaidah bahasa Indonesia, susunan kata yang keliru dapat menimbulkan makna yang berbeda.
Penulisan HUT RI yang Benar
Penulisan yang tepat adalah “HUT ke-81 RI”, bukan “HUT RI ke-81”.
Frasa “HUT RI ke-81” dapat menimbulkan penafsiran seolah-olah terdapat 81 Republik Indonesia. Padahal, angka ke-81 digunakan untuk menunjukkan peringatan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-81.
Karena itu, bentuk yang dianjurkan antara lain:
- Benar: HUT ke-81 RI
- Salah: HUT RI ke-81
- Benar: Selamat HUT ke-81 RI
- Salah: Selamat HUT RI ke-81
- Benar: Hari Ulang Tahun ke-81 RI
- Salah: Hari Ulang Tahun RI ke-81
- Benar: Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 RI
- Salah: Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-81
- Benar: Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia
- Salah: Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81
Dengan demikian, masyarakat yang ingin membuat ucapan, spanduk, poster, maupun konten media sosial sebaiknya menggunakan susunan “HUT ke-81 RI”.
Lalu, Bagaimana dengan “Dirgahayu RI”?
Selain HUT RI, istilah “Dirgahayu” juga sering digunakan dalam berbagai ucapan kemerdekaan.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dirgahayu merupakan kata sifat yang bermakna berumur panjang. Kata tersebut lazim digunakan untuk menyampaikan harapan agar suatu negara atau organisasi memiliki usia panjang.
Karena itu, penggunaan “Dirgahayu RI” sudah tepat. Sebaliknya, penggunaan “Dirgahayu HUT RI” dinilai tidak tepat karena mencampurkan kata dirgahayu dengan istilah hari ulang tahun.










