KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah optimistis nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 dapat meningkat 5–10 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan optimisme tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong pelaksanaan Kick-off Road to Harbolnas 2026 sebagai momentum untuk memperluas sosialisasi dan kampanye belanja daring secara lebih masif.
Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–16 Desember 2026. Pemerintah mengajak kementerian, lembaga, serta berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi agar pelaksanaan kampanye belanja nasional tersebut berjalan lebih optimal.
Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri Kick-off Road to Harbolnas 2026 bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
“Kami harap nilai transaksi pada Harbolnas 2026 dapat meningkat 5–10 persen dibandingkan capaian Harbolnas tahun lalu,” ujar Budi, dikutip dari laman Kementerian Perdagangan.
Dorong Masyarakat Belanja Produk Lokal
Harbolnas 2026 mengusung tagar #PilihLokalUntukNusantara. Kampanye tersebut menjadi ajakan kepada masyarakat untuk membeli produk dalam negeri sekaligus mendukung pelaku usaha lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Budi mengatakan, Kementerian Perdagangan membuka peluang kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas, kampanye, maupun program promosi selama rangkaian Road to Harbolnas 2026.
Menurutnya, Harbolnas menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV sekaligus memberikan stimulus terhadap daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Pemerintah juga berharap Harbolnas dapat terus dikembangkan menjadi kampanye nasional dengan melibatkan semakin banyak pihak dalam ekosistem perdagangan digital.











