KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian akan menerjunkan tim dari sejumlah direktorat jenderal di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengecek daerah yang realisasi pendapatan maupun belanja daerahnya tidak sesuai target.
Tim gabungan tersebut terdiri atas Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Keuda), Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda), serta Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri.
Tim tersebut nantinya bertugas mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama dengan memastikan realisasi pendapatan dan belanja pemerintah daerah berjalan sesuai target.
“Bagi yang turun, saya ulangi, bagi yang yang realisasinya nggak sesuai target, rendah, kami akan turunkan tim ke sana,” ucap Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Tito berharap keberadaan tim gabungan tersebut dapat mendorong peningkatan belanja dan pendapatan daerah sehingga terjadi perputaran uang yang lebih besar di tengah masyarakat.
“Mendongkrak belanja pemerintah daerah itu tinggi. Pendapatan tinggi, belanjanya tinggi. Kalau pendapatan tinggi, belanja tinggi, maka ini akan bisa membuat uang beredar di masyarakat, sekaligus menstimulasi swasta,” ujar Tito.
Realisasi Belanja Daerah Dipantau Setiap Tiga Bulan
Menurut Tito, belanja pemerintah daerah merupakan salah satu komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, realisasinya perlu terus dikawal secara berkala.
Ia mengatakan evaluasi terhadap realisasi pendapatan dan belanja daerah dilakukan setiap tiga bulan untuk melihat daerah mana yang mampu memenuhi target dan daerah mana yang masih memiliki realisasi rendah.
“Selalu saya sampaikan per tiga bulan, daerah mana yang target pendapatannya tinggi. Sesuai, ada realisasi sesuai target, per tiga bulan. Kemudian daerah mana yang belanjanya, realisasi belanjanya, mana yang tinggi mana yang rendah,” kata Tito.
Untuk daerah yang mampu mencatatkan realisasi tinggi, pemerintah dapat memberikan apresiasi berupa insentif fiskal maupun penghargaan.
“Nah, yang rendah ya kita berikan apresiasi. Bahkan kita bisa berikan insentif fiskal, award, hadiah,” sambungnya.











