KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Ketersediaan air menjadi salah satu infrastruktur strategis yang terus diperkuat Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk menopang pertumbuhan penduduk, aktivitas industri, dan investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Untuk menjaga daya dukung ekonomi tersebut, BP Batam tidak hanya membenahi jaringan distribusi air, tetapi juga memperkuat kapasitas pengolahan, mengembangkan sumber air baru, hingga menyiapkan teknologi pengolahan air laut untuk memenuhi kebutuhan industri.
Anggota/Deputy Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait saat menjawab pertanyaan KE Group pada Selasa (22/9/2026) sore mengatakan, penanganan persoalan air dilakukan secara menyeluruh dari sisi hulu hingga hilir.
Strategi tersebut mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru, penguatan jaringan pipa, optimalisasi distribusi, pengembangan sumber air baku, serta pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk kawasan industri.
Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah pembangunan IPA baru di Sei Ladi dengan kapasitas 50 liter per detik (lps).
Kapasitas tambahan ini diarahkan untuk memperkuat kontinuitas dan daya dorong pasokan air, terutama ke kawasan Tiban, Tanjung Uma, Baloi dan sekitarnya.
Di sisi lain, BP Batam menyiapkan penerapan teknologi SWRO atau pengolahan air laut untuk kebutuhan kawasan industri besar, termasuk Nongsa dan Kabil.
Pemanfaatan sumber air laut untuk kebutuhan industri menjadi bagian dari strategi BP Batam agar kebutuhan sektor industri tidak semakin membebani pasokan air untuk permukiman masyarakat.











