KABAREKONOMI.CO.ID, BINTAN – Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mendorong pengembangan perkebunan Salak Sari Intan di Kabupaten Bintan sebagai salah satu potensi unggulan pertanian daerah yang mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal tersebut disampaikan Nyanyang yang juga menjabat Ketua HKTI Provinsi Kepri saat melakukan kunjungan lapangan ke Perkebunan Salak Sari Intan di Jalan Bumi Indah Gesek KM 25, Kabupaten Bintan, Senin (12/10).
Dalam kunjungan tersebut, Nyanyang meninjau potensi perkebunan sekaligus berdialog langsung dengan para petani. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi untuk menyerap aspirasi, mendengarkan kendala yang dihadapi petani, serta membahas peluang pengembangan komoditas salak di Kepri.
Nyanyang mengapresiasi semangat para petani yang terus mengembangkan buah lokal unggulan di tengah tantangan pertanian wilayah kepulauan, seperti perubahan cuaca, curah hujan yang tidak menentu, serta kondisi tanah yang membutuhkan teknik budidaya khusus.
“Keberhasilan mengembangkan Perkebunan Salak Sari Intan ini bukan sekadar urusan bercocok tanam biasa. Ini merupakan bukti bahwa dengan dedikasi, disiplin, dan inovasi, tanah Bintan mampu menghasilkan buah unggulan yang membanggakan,” ujarnya.
Menurut Nyanyang, pengembangan pertanian di Kepri membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, HKTI, kelompok tani, penyuluh, dan pelaku usaha agribisnis. Kolaborasi tersebut diperlukan agar petani memperoleh pendampingan, akses sarana produksi, serta dukungan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing hasil pertanian.
Melalui sesi tanya jawab dan diskusi, Nyanyang juga mendorong agar komunikasi antara petani dan pemerintah terus diperkuat. Aspirasi yang disampaikan petani diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan dukungan dan program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.











