KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Gangguan kelistrikan, persoalan pasokan air bersih, hingga masalah asap yang melanda Batam dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa ketangguhan sebuah kota industri tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh keandalan infrastruktur dan kepercayaan masyarakat terhadap masa depannya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode 2026–2031, Ir. Mustava, S.T., M.M., IPU., ASEAN Eng., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga optimisme terhadap Batam.
Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi tidak boleh menghapus keyakinan terhadap potensi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi unggulan di Indonesia.
“Batam terlalu besar untuk kehilangan optimisme hanya karena sedang menghadapi masa-masa sulit,” demikian pesan Mustava dalam menyikapi situasi yang belakangan memengaruhi kehidupan masyarakat dan aktivitas dunia usaha di kota industri tersebut.
Pernyataan itu menjadi penting di tengah posisi strategis Batam yang selama ini bertumpu pada sektor industri, perdagangan, jasa, logistik, pariwisata, serta investasi yang terhubung dengan pasar internasional.
Bagi dunia usaha, kelancaran pasokan listrik, ketersediaan air bersih, dan kualitas lingkungan bukan sekadar persoalan pelayanan dasar. Ketiganya merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi yang menentukan efisiensi operasional, keberlanjutan produksi, hingga daya tarik investasi.
Gangguan pada infrastruktur dasar berpotensi menambah beban operasional pelaku usaha, menghambat produktivitas, dan memengaruhi kenyamanan masyarakat. Karena itu, persoalan yang terjadi perlu ditempatkan sebagai momentum untuk memperkuat sistem pelayanan dan meningkatkan ketahanan infrastruktur kota.











