74 Persen Emiten Cetak Laba, OJK Soroti Penguatan Pasar Modal Indonesia

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat integritas pasar modal nasional melalui reformasi transparansi, peningkatan likuiditas, penegakan hukum, dan sinergi antarlembaga.

Langkah ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika pasar keuangan global serta perhatian terhadap posisi Indonesia dalam klasifikasi pasar internasional.

Bacaan Lainnya

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menilai, penguatan integritas pasar modal perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas fundamental perusahaan tercatat, keterbukaan informasi, serta perlindungan investor.

“Reformasi integritas pasar modal menjadi langkah penting untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Penguatan transparansi, likuiditas, dan penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas keterbukaan informasi agar pasar semakin kredibel dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Sejak Januari 2026, otoritas pasar modal memberlakukan sejumlah langkah reformasi yang diarahkan untuk memperbaiki kualitas perdagangan, meningkatkan transparansi, dan memastikan penegakan aturan berjalan secara konsisten.

Menurutnya, pembenahan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pasar modal yang sehat sekaligus memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan perekonomian nasional.

Di tengah agenda reformasi tersebut, kinerja fundamental perusahaan tercatat menunjukkan perkembangan positif. Pada kuartal II 2026, pendapatan emiten tumbuh sebesar 15,9 persen dan laba bersih juga mengalami peningkatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *