AI dan Cloud Computing Makin Masif, Kabel Laut Jadi Infrastruktur Strategis Indonesia

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Pertumbuhan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud computing di Indonesia turut mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur konektivitas digital berkapasitas besar. Salah satu infrastruktur yang dinilai semakin strategis adalah jaringan kabel laut yang menjadi jalur utama lalu lintas data antarkawasan dan antarnegara.

Group Head International Carrier Wholesale and Submarine XLSmart for Business, Alwin Syahriadi, mengatakan kebutuhan terhadap kabel laut kini semakin meningkat seiring masifnya pemanfaatan teknologi berbasis AI.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, infrastruktur kabel laut sebenarnya telah menjadi bagian dari pengembangan konektivitas digital sejak beberapa waktu lalu. Namun, peningkatan kebutuhan data akibat perkembangan AI membuat peran kabel bawah laut semakin penting.

“Jadi, kalau boleh dilihat, sebenarnya kabel laut proyek kita sudah ada sejak kami dari beberapa waktu yang lalu. Tapi sekarang makin masif, karena kebutuhan AI yang luar biasa,” kata Alwin dalam sebuah sesi diskusi, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, aktivitas yang memanfaatkan AI pada dasarnya menghasilkan lalu lintas data yang membutuhkan konektivitas internet dengan kapasitas dan keandalan tinggi.

Penggunaan AI yang semakin meluas, termasuk untuk kebutuhan pekerjaan sehari-hari, turut meningkatkan pertukaran data melalui jaringan telekomunikasi.

“Penggunanya kita-kita mungkin sudah banyak. Rekan-rekan media pun mau membuat, merapikan berita media mungkin sudah pakai AI. Itu semua transaksi, traffic, dan sebagainya tentunya akan melewati kabel laut,” ujarnya.

Alwin menegaskan, perkembangan AI, cloud computing, lalu lintas internet, dan pembangunan infrastruktur kabel laut merupakan bagian yang saling berkaitan dalam ekosistem ekonomi digital.

“Jadi itu betul sekali. Semuanya related,” katanya.

AI Dorong Kebutuhan Infrastruktur Digital

Perkembangan AI tidak hanya menghadirkan perubahan dalam cara masyarakat dan pelaku usaha bekerja, tetapi juga meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang mampu menangani pertumbuhan volume data.

Teknologi AI membutuhkan pertukaran data dalam jumlah besar antara pengguna, pusat data (data center), jaringan cloud, serta berbagai platform digital. Kondisi tersebut membuat konektivitas berkecepatan tinggi menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan ekonomi digital.

Dalam konteks Indonesia, penguatan jaringan kabel laut juga memiliki arti strategis karena posisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Kabel bawah laut memungkinkan pertukaran data dalam skala besar antara pusat-pusat ekonomi di Indonesia maupun dengan jaringan global.

Karena itu, pengembangan infrastruktur tersebut diperkirakan akan semakin relevan seiring dengan meningkatnya investasi pada data center, layanan cloud, kecerdasan buatan, dan berbagai sektor ekonomi digital lainnya.

Bagi dunia usaha, konektivitas yang kuat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan digital, terutama bagi perusahaan yang mengandalkan pertukaran data secara real time.

Alwin mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi tidak lagi sebatas menyediakan akses internet bagi pengguna akhir. Infrastruktur tersebut kini menjadi bagian dari fondasi pertumbuhan ekonomi digital dan teknologi masa depan.

Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI, kebutuhan terhadap kapasitas jaringan, keandalan koneksi, serta jalur komunikasi internasional diperkirakan akan terus meningkat.

Hal itu sekaligus membuka peluang bagi industri telekomunikasi untuk memperkuat investasi dan menghadirkan infrastruktur yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi berbasis data di Indonesia.(Iman)

Pos terkait