Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam program pembenahan infrastruktur agar potensi gangguan distribusi dapat ditekan.
Selain revitalisasi jaringan, BP Batam telah menetapkan 18 wilayah stress area sebagai prioritas penanganan cepat atau quick win.
Amsakar menyebutkan, sejumlah titik telah diselesaikan penanganannya, termasuk di kawasan Sekupang dan Batu Ampar. Perbaikan jaringan juga dilakukan di sekitar Muka Kuning hingga Tanjunguncang.
BP Batam turut membenahi jaringan distribusi yang melayani kawasan permukiman, termasuk sejumlah titik di wilayah Sungai Lekop.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki kontinuitas pasokan sekaligus mengurangi keluhan masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan distribusi air bersih.
Siapkan Sumber Air Baku Alternatif
Di luar pembenahan jaringan, BP Batam juga memikirkan strategi untuk menjamin ketersediaan air baku dalam jangka panjang.
Amsakar mengatakan, terdapat sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan, antara lain pengembangan sumber air baku alternatif dari luar daerah dan pembangunan waduk baru.
Namun, setiap opsi membutuhkan kajian dari sisi biaya, waktu pembangunan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan air Batam yang terus bertambah.
