Minta Pengembangan Data Center Dievaluasi
Sorotan Rikson juga tertuju pada perkembangan industri pusat data atau data center di Batam yang menarik minat investor.
Ia menilai, ekspansi sektor tersebut perlu diselaraskan dengan kemampuan pasokan energi dan air. Pasalnya, pusat data membutuhkan pasokan listrik yang besar dan berkelanjutan, sementara kebutuhan air juga harus diperhitungkan sesuai teknologi pendinginan yang digunakan.
Rikson bahkan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan moratorium sementara terhadap pengembangan data center sampai evaluasi daya dukung infrastruktur dilakukan secara terbuka dan menyeluruh.
“Menurut hemat saya, pengembangan data center ini harus dimoratorium dulu sebelum pemerintah terbuka soal daya dukung energi, air, dan lain-lain,” katanya.
Ia mempertanyakan kesiapan Batam apabila industri yang membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar terus berkembang ketika persoalan mendasar pada kedua sektor tersebut masih menjadi perhatian.
Menurutnya, apabila ekspansi pusat data tidak diimbangi dengan kapasitas infrastruktur yang memadai, kondisi itu berpotensi menjadi persoalan baru bagi pemerintah dan masyarakat.
Selain kebutuhan energi dan air, Rikson juga menyoroti aspek penyerapan tenaga kerja. Ia menilai, pemerintah perlu mengkaji secara cermat manfaat ekonomi yang dihasilkan industri pusat data, termasuk kontribusinya terhadap kesempatan kerja lokal, dibandingkan dengan kebutuhan sumber daya yang digunakan.
Dengan demikian, kebijakan investasi di sektor tersebut, menurutnya, perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan investor, kemampuan infrastruktur, manfaat ekonomi, dan kebutuhan masyarakat.
