Akademisi Soroti Krisis Listrik dan Air Batam, Pengembangan Data Center Diminta Dievaluasi

Akademisi sekaligus Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (BALAPI), Rikson Tampubolon
Akademisi sekaligus Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (BALAPI), Rikson Tampubolon

Jangan Sampai Masyarakat Menanggung Dampak

Rikson turut mengingatkan bahwa perdebatan mengenai pengembangan pusat data bukan hanya menyangkut kepentingan bisnis, melainkan juga keberlanjutan pelayanan publik.

Bacaan Lainnya

Ia menilai pemerintah perlu bersikap terbuka mengenai ketersediaan dan proyeksi kebutuhan listrik serta air, termasuk rencana pemenuhan kebutuhan apabila investasi baru terus bertambah.

Menurutnya, keterbukaan informasi akan membantu masyarakat memahami apakah pertumbuhan industri di Batam telah sejalan dengan kesiapan infrastruktur dan bagaimana dampaknya terhadap pelayanan kebutuhan dasar.

“Hari ini kita butuh kejernihan dan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Jangan sampai rakyat menjadi korban,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keandalan sistem kelistrikan dan penyediaan air, mengidentifikasi penyebab gangguan, serta menyusun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Bagi Rikson, keberhasilan Batam sebagai kawasan industri dan tujuan investasi tidak cukup diukur dari banyaknya perusahaan yang masuk atau besarnya nilai investasi yang diumumkan.

Kepastian listrik, ketersediaan air bersih, dan kualitas pelayanan publik juga menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing kota.

Karena itu, ia menilai pembenahan infrastruktur dasar perlu berjalan beriringan dengan kebijakan ekspansi industri. Tanpa perencanaan daya dukung yang matang, pertumbuhan investasi justru berpotensi menambah tekanan terhadap kebutuhan energi dan air masyarakat. (Iman)

Pos terkait