Suryanto menilai, pengumandangan lagu kebangsaan tidak boleh sekadar seremoni. Ia mendorong adanya aturan resmi, misalnya dalam bentuk Peraturan Wali Kota, agar menjadi budaya bersama.
“Biar seluruh masyarakat merasakan getaran yang sama: kita satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa Indonesia,” katanya.
Ia pun menyebut beberapa daerah yang telah lebih dulu berani mengambil langkah serupa, seperti Yogyakarta, Bekasi, Mimika, hingga Sulawesi Selatan.
“Investasi hanyalah angka di atas kertas. Tapi dengan nasionalisme yang hidup dalam keseharian, Batam akan tumbuh jadi kota modern sekaligus berdaulat,” pungkasnya.(Iman)
