Annang Setia Budi: Hang Nadim Tetap Stabil, Kenaikan Penumpang Capai 1,86% Saat Nataru

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budi
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budi

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budi, menyampaikan bahwa mobilitas penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menunjukkan capaian yang positif, meski secara nasional tren pergerakan penumpang mengalami penurunan.

Annang menjelaskan, pihaknya kembali menggelar program apresiasi bagi penumpang penerbangan terakhir, sebuah tradisi yang sebelumnya juga ia lakukan saat bertugas di Bali. Program tersebut bertujuan memberikan pengalaman berbeda dan membangun kedekatan antara bandara dan pengguna jasa.

Bacaan Lainnya

“Tujuannya adalah memberikan apresiasi kepada masyarakat dan penumpang. Kami ingin mereka merasakan experience bahwa bandara ini dekat dengan penumpang, sehingga ada kesan menyenangkan ketika mereka menjadi bagian dari penerbangan terakhir,” ujarnya.

Menurutnya, momen tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan bagi pengguna jasa, tetapi juga dapat menjadi cerita positif bagi penumpang ketika mereka kembali berkunjung ke Batam.

Selama periode 18–30 Desember 2025, Annang mencatat sekitar 1.200 pergerakan pesawat dan 127.000 pergerakan penumpang di Hang Nadim. Angka tersebut justru mengalami kenaikan 1,86 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

“Secara nasional memang turun, tetapi Batam justru mencatatkan pertumbuhan meski tidak signifikan. Nilainya kecil, sekitar 1,86 persen, namun ini menunjukkan tren positif,” jelasnya.

Sementara itu, untuk total pergerakan penumpang sepanjang tahun 2025, BIB masih melakukan proses rekonsiliasi karena laporan final baru akan dirampungkan setelah penutupan data per 31 Desember. Namun Annang mengakui bahwa tren tahunan cenderung menurun, mengikuti pola nasional.

Di sisi lain, pergerakan kargo mengalami penurunan selama periode Nataru 2025. Hal ini disebabkan fokus maskapai yang lebih memprioritaskan pengangkutan penumpang pada momen puncak perjalanan akhir tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *