Arifuddin Jalil Apresiasi Langkah Bareskrim, Berharap Blackout Batam Tak Terulang

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Listrik bukan sekadar soal lampu yang menyala atau mesin yang bergerak. Bagi Batam dan Pulau Bintan, pasokan listrik merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, penggerak roda ekonomi, sekaligus penopang kepercayaan dunia usaha dan investor.

Ketika listrik padam secara massal pada 12 Oktober 2026, dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di rumah. Aktivitas usaha dan industri pun ikut terganggu. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keandalan sistem kelistrikan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Bacaan Lainnya

Di tengah upaya mengungkap penyebab blackout tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepulauan Riau (Kepri), Arifuddin Jalil, menyampaikan apresiasi atas langkah Bareskrim Polri yang telah menetapkan lima tersangka dalam kasus pemadaman listrik massal itu.

Bagi Arifuddin, penetapan tersangka merupakan langkah penting dalam mencari kejelasan atas peristiwa yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dan dunia usaha. Namun, ia mengingatkan bahwa proses hukum tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka semata.

Penyidikan harus berjalan hingga tuntas, mengungkap penyebab gangguan secara menyeluruh, serta memastikan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.

Pos terkait