KABAREKONOMI.CO.ID, Batam – Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu simpul utama penggerak ekonomi Kepulauan Riau, seiring proyeksi lonjakan signifikan jumlah penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, mengungkapkan optimisme tersebut dalam kegiatan Media Gathering yang digelar pada Selasa (16/12/2025) pagi. Menurutnya, tren pemulihan dan pertumbuhan mobilitas masyarakat pascapandemi terus menunjukkan arah positif, tercermin dari peningkatan trafik penumpang dari tahun ke tahun.
Pada periode Nataru 2023/2024, Bandara Hang Nadim mencatat pergerakan sekitar 200 ribu penumpang. Angka tersebut kemudian melonjak 17 persen pada Nataru 2024/2025 menjadi sekitar 247 ribu penumpang. Sementara untuk Nataru 2025/2026, manajemen bandara memproyeksikan lonjakan yang lebih tinggi, yakni mencapai 36 persen, dengan total penumpang diperkirakan menembus 256 ribu orang.
“Secara harian, pergerakan penumpang diproyeksikan meningkat dari rata-rata 11 ribu menjadi sekitar 13.500 penumpang per hari,” ujar Annang.
Peningkatan trafik penumpang tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi di Batam. Sektor transportasi, perhotelan, pariwisata, hingga UMKM di sekitar bandara diperkirakan akan merasakan efek domino dari meningkatnya arus kedatangan dan keberangkatan selama libur panjang akhir tahun.
Annang menjelaskan, meski pertumbuhan penumpang cukup signifikan, peningkatan jumlah penerbangan tidak berbanding lurus. Jumlah pergerakan pesawat diproyeksikan hanya naik sekitar 1 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan armada nasional yang masih berlangsung pascapandemi COVID-19.
“Dari total sekitar 568 pesawat yang terdaftar secara nasional, hanya 368 armada yang siap beroperasi. Sekitar 200 pesawat masih dalam tahap perawatan. Situasi ini membuat pertumbuhan armada tidak bisa mengikuti laju pertumbuhan penumpang,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, pengelola bandara dan maskapai menaruh perhatian besar pada optimalisasi load factor atau tingkat keterisian penumpang dalam setiap penerbangan. Strategi ini dinilai lebih realistis untuk menjaga efisiensi operasional sekaligus tetap memenuhi tingginya permintaan perjalanan udara.
Bandara Hang Nadim juga telah memetakan potensi puncak arus penumpang selama periode Nataru. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Minggu, 21 Desember, dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 15 ribu orang per hari. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada Minggu, 4 Januari, dengan volume penumpang yang relatif sama.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah maskapai, di antaranya Lion Air Group dan Citilink, untuk membuka peluang penambahan penerbangan (extra flight). Namun demikian, realisasi penerbangan tambahan tersebut masih menunggu finalisasi dari pihak maskapai dan otoritas terkait.
“Kami terus berkoordinasi agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani dengan baik, terutama pada hari-hari puncak. Prinsipnya, bandara siap mendukung setiap upaya peningkatan kapasitas penerbangan,” kata Annang.
Dengan proyeksi lonjakan penumpang yang signifikan, manajemen Bandara Internasional Hang Nadim Batam optimistis momentum Nataru 2025/2026 akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Tingginya mobilitas masyarakat dinilai sebagai sinyal kuat pemulihan sektor transportasi udara sekaligus penggerak utama aktivitas ekonomi dan pariwisata Batam di penghujung tahun. (Iman Suryanto)










