Bank Indonesia Beberkan Strategi Besar Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kepri

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P

Untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan, Bank Indonesia menyiapkan serangkaian program prioritas yang tersebar di berbagai bidang strategis.

Program-program ini ditujukan tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga memperkuat sektor riil, digitalisasi, hingga UMKM, antara lain;

Bacaan Lainnya

1. Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga Pangan
Beberapa agenda utama yang akan dijalankan mencakup Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Program KURMA dan CERNIVAL untuk pemantauan harga dan distribusi, hingga Penguatan kerja sama antar-daerah (KAD) untuk menjamin pasokan komoditas strategis,

“Program ini diharapkan mampu mengantisipasi gejolak harga pangan, terutama saat momen permintaan naik seperti Ramadhan dan Idul Fitri,” tambahnya.

2. Penguatan Sistem Pembayaran dan Digitalisasi Daerah
Digitalisasi transaksi pemerintah daerah di Kepri terus diperluas melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Implementasi pembayaran digital di sektor transportasi, pariwisata, dan layanan publik dan Peningkatan adopsi QRIS bagi UMKM, pedagang pasar, dan pelaku usaha wisata.

3. Layanan Uang Layak Edar dan Edukasi Rupiah
BI Kepri memastikan ketersediaan uang layak edar sepanjang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Semarak Rupiah Ramadhan (SERAMBI), Layanan kas keliling pesisir dan pulau terluar serta Kegiatan edukasi ciri keaslian uang bagi masyarakat dan pelajar.

“Fokus ini penting bagi Kepri yang memiliki wilayah kepulauan luas dan mobilitas ekonomi yang tinggi.” tegasnya.

4. Pengembangan UMKM dan Aktivitas Ekonomi Inklusif
Sejalan dengan strategi nasional, BI Kepri juga menyiapkan berbagai kegiatan pendampingan UMKM, mulai dari pelatihan peningkatan kualitas produk, Kurasi, branding, dan digital marketing. Serta dukungan pembiayaan dan onboarding ke platform digital, Pameran dan business matching UMKM di tingkat lokal maupun nasional.

“Pendekatan ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” tambahnya.

Secara keseluruhan, 2026 dipandang sebagai tahun penting bagi Kepri untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Optimisme diberikan oleh kuatnya sektor industri dan meningkatnya minat investasi.

Namun, BI mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika internasional yang dapat memengaruhi ekspor, biaya logistik, dan arus modal.

“Dengan sinergi erat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku industri, dan masyarakat, Kepri diproyeksikan tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai motor ekonomi kawasan barat Indonesia,”tutupnya. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *