Batam Bersiap Jadi Tuan Rumah Walking Football, Sektor Pariwisata dan UMKM Terdongkrak

“Selain memperkenalkan walking football kepada masyarakat, kegiatan ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisata ke Batam. Atlet, ofisial, dan pendukung yang datang tentu akan menggunakan fasilitas hotel, restoran, transportasi, hingga berbelanja produk lokal,” ujar Ardi.

Ia berharap, pertandingan ekshibisi ini dapat berkembang menjadi agenda rutin dan berskala lebih besar dengan melibatkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, sehingga mampu memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism.

Bacaan Lainnya

Pada Selasa (20/1/2026), rombongan JWFA yang dipimpin langsung Presiden JWFA, Ricalin Iganam, melakukan kunjungan ke Batam untuk menjajaki perkembangan walking football sekaligus memperkuat kerja sama olahraga lintas negara. Rombongan disambut oleh Ketua Persejasi Kepri, Yudi Candra, beserta jajaran pengurus, serta melibatkan Disbudpar Kota Batam dalam pembahasan.

Naib Presiden JWFA, Khairi, menjelaskan bahwa walking football di Johor berkembang sangat pesat dan menjadi olahraga favorit masyarakat, khususnya bagi warga berusia di atas 50 tahun.

“Pesertanya rata-rata berusia di atas 50 tahun, namun banyak juga yang berusia 40-an. Bahkan, perempuan juga aktif membentuk klub dan mengikuti kompetisi,” jelasnya.

Perkembangan tersebut membuka peluang kolaborasi tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga industri pendukung seperti penyelenggaraan event, perlengkapan olahraga, hingga jasa pelatihan.

Ketua Persejasi Kepri, Yudi Candra, menyebut perkembangan walking football di Batam menunjukkan tren positif. Sejumlah lapangan mini soccer di Batam kini rutin digunakan untuk aktivitas sepak bola berjalan, yang secara tidak langsung mendorong pemanfaatan dan pertumbuhan bisnis sarana olahraga.

“Lapangan mini soccer di Batam sudah sering diisi aktivitas walking football. Ini menunjukkan olahraga ini terus berkembang dan membuka peluang ekonomi baru di sektor olahraga rekreasi,” ungkap Yudi.

Dalam pertemuan bersama event organizer Surya Wijaya, kedua pihak menyepakati pelaksanaan tiga pertandingan ekshibisi, yakni dua pertandingan kategori laki-laki usia di atas 40 tahun dan satu pertandingan kategori perempuan usia di atas 35 tahun. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung di Batam pada 6–7 Februari 2026.

Selain Disbudpar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam juga memberikan dukungan penuh terhadap rencana event tersebut. Kepala Dispora Batam, Zulkarnain HN, S.ST, menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan olahraga masyarakat sekaligus memperkuat citra Batam di tingkat nasional dan internasional.

“Kami menyambut baik pelaksanaan event ini dan berharap ke depan Batam bisa rutin menjadi tuan rumah pertandingan walking football berskala nasional maupun internasional,” ujarnya.

Dengan dukungan lintas sektor dan kolaborasi internasional, walking football diharapkan tidak hanya menjadi olahraga alternatif, tetapi juga menjadi salah satu penggerak baru ekonomi daerah melalui sport tourism yang berkelanjutan. (IMAN )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *