Adapun ekspor neto tumbuh 7,31 persen dengan kontribusi 1,18 persen, sedangkan konsumsi pemerintah tumbuh 4,86 persen.
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat, pengendalian inflasi tetap menjadi perhatian.
BI mencatat inflasi Kepri pada Oktober 2026 mencapai 3,51 persen secara tahunan. Secara bulanan, inflasi tercatat sebesar 0,38 persen.
Kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai merah, cabai rawit, kacang panjang, bawang merah, dan sawi hijau, menjadi salah satu pemicu tekanan harga.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan inflasi 1,36 persen dan andil sebesar 0,40 persen. Kenaikan harga cabai merah memberikan andil terbesar, yakni 0,36 persen.
“Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS),” jelasnya.
Strategi pengendalian dilakukan melalui pendekatan 4K, meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
