Aspek keamanan nonteknis juga menjadi perhatian. Menurut Rikson, risiko sabotase, serangan siber terhadap sistem operasional, serta kecelakaan dalam pengangkutan bahan bakar nuklir melalui jalur laut harus diperhitungkan secara serius.
Dengan demikian, penilaian kelayakan lokasi perlu mempertimbangkan keseluruhan risiko, bukan hanya kondisi geologi atau tingkat kerawanan terhadap gempa bumi.
Selain keselamatan dan lingkungan, Rikson menempatkan penerimaan masyarakat sebagai salah satu faktor penentu dalam pembahasan pembangunan PLTN di Batam.
Ia menilai, proyek infrastruktur strategis kerap lebih banyak dibahas melalui perspektif teknis, sedangkan dampak sosial dan psikologis masyarakat belum tentu mendapatkan perhatian yang seimbang.
Padahal, kekhawatiran terhadap radiasi, keselamatan keluarga, dan risiko kecelakaan dapat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap keberadaan fasilitas nuklir.
Jika komunikasi publik tidak dilakukan secara terbuka sejak tahap perencanaan, penolakan masyarakat berpotensi berkembang dan menimbulkan konflik berkepanjangan.
Dalam perspektif ekonomi, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kepastian usaha dan stabilitas sosial di Batam.
