“Di dalam Pelindo terdapat anak perusahaan, termasuk PJM yang fokus di bidang marine. PJM sendiri bergerak di bidang pelayanan pemanduan dan penundaan, di mana kami telah beroperasi di hampir seluruh wilayah Indonesia,” ujar Arif.
Ia mengungkapkan, Batam merupakan salah satu pasar potensial bagi bisnis jasa pemanduan dan penundaan kapal. Namun, persaingan di wilayah tersebut juga semakin kompetitif dengan kehadiran delapan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang menjalankan layanan serupa.
Di tengah persaingan itu, PJM mulai menjalankan aktivitas ship-to-ship transfer di perairan Nipah sejak 9 Oktober 2026. Kegiatan tersebut ditandai dengan kunjungan kapal-kapal perdana berukuran besar.
Pengembangan layanan STS ini diharapkan membuka peluang baru bagi perusahaan dalam memanfaatkan potensi perairan Nipah sebagai salah satu kawasan strategis aktivitas pelayaran dan bisnis maritim di Batam.
Tujuh Kapal Perkuat Operasional di Nipah
Senior Manager Wilayah 1 PT Pelindo Jasa Maritim, Sindu Luciantoro Pranowo, menjelaskan wilayah operasional yang berada di bawah koordinasinya mencakup empat provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.
Khusus di Kepri, layanan PJM mencakup sejumlah kawasan strategis, mulai dari Tanjung Balai Karimun, Nipah, Batam, hingga Tanjungpinang (Kijang).
