Batam Kebagian Gas Natuna, Pemerintah Alihkan 31 BBtud untuk Kebutuhan Dalam Negeri

ilustrasi gas natuna
ilustrasi gas natuna

Djoko juga mengapresiasi kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam mendorong realisasi pengalihan pasokan gas tersebut.

Masuknya gas Natuna ke PT PLN Batam menjadi perkembangan strategis bagi kawasan industri dan pusat ekonomi Kepulauan Riau yang membutuhkan pasokan energi andal.

Bacaan Lainnya

Ketersediaan gas untuk kebutuhan domestik berpotensi memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas industri, bisnis, dan pelayanan kelistrikan di Batam.

Sebagai salah satu pusat industri dan investasi nasional, Batam membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang memadai untuk menjaga daya saing kawasan. Karena itu, optimalisasi pemanfaatan gas dari wilayah produksi dalam negeri menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski demikian, dampak terhadap biaya produksi listrik maupun tarif energi akan bergantung pada skema pasokan, harga gas, serta pengelolaan distribusi dan pembangkit.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pengurangan ekspor gas ke Singapura tidak melanggar kontrak yang telah disepakati kedua negara.

Bahlil menyebut, total ekspor gas bumi Indonesia ke Singapura mencapai 409,55 BBtud. Dari jumlah tersebut, pemerintah mengurangi pengiriman sebesar 31 BBtud atau sekitar 8% dari total volume ekspor.

Menurut dia, pengurangan tersebut masih berada dalam batas yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan kontrak dengan pembeli di Singapura.

Pos terkait