Lebih dari itu, realisasi investasi ini diyakini mampu menyerap hingga 15.925 tenaga kerja baru, baik tenaga kerja lokal maupun profesional dari berbagai bidang. Hal ini menjadi langkah penting dalam upaya pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fairy Djemy Francis, mengajak hadirin untuk menengok ke belakang.
“Lima puluh empat tahun lalu, Batam hanyalah pulau kosong di tengah Selat Malaka. Tanpa infrastruktur, tanpa industri, tanpa harapan. Tapi lihatlah sekarang, Batam telah menjadi kota industri modern yang diperhitungkan dunia,” ucapnya.
Fairy menyampaikan bahwa transformasi tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan hasil dari kolaborasi jangka panjang antara pemerintah pusat, BP Batam, dan para investor yang percaya dan berani menanamkan modalnya di tengah tantangan.
“Pencapaian ini adalah milik kita bersama. Para investor yang kami anugerahi hari ini adalah mitra strategis dalam mewujudkan mimpi besar Indonesia,” lanjutnya.
Optimisme Fairy tak lepas dari data konkret yang menunjukkan kinerja ekonomi Batam yang terus melaju. Berdasarkan laporan BP Batam, pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada kuartal kedua 2025 tercatat sebesar 6,66 persen, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau maupun nasional.
Kinerja investasi juga mencatatkan rekor tersendiri. Realisasi investasi sepanjang tahun 2024 mencapai Rp43,26 triliun, tumbuh signifikan sebesar 13,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dan dalam enam bulan pertama tahun 2025 saja, nilai investasi sudah menyentuh Rp33,7 triliun, atau 56,2 persen dari target ambisius tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun.










