“Semakin tinggi produktivitas pelayanan kapal, maka semakin besar pula efisiensi yang dirasakan oleh pengguna jasa pelabuhan. Ini menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing pelabuhan di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Capt. Basori Alwi.
Keberhasilan transformasi operasional juga terlihat dari penurunan Vessel Turnaround Time, yakni total waktu kapal berada di terminal mulai dari sandar hingga meninggalkan pelabuhan.
Jika sebelumnya kapal membutuhkan waktu sekitar 20 jam, kini durasi tersebut berhasil dipangkas menjadi sekitar 7 jam, atau mengalami peningkatan efisiensi sekitar 65 persen.
Penurunan waktu sandar ini memberikan manfaat besar bagi perusahaan pelayaran karena mampu mengurangi biaya operasional kapal, mempercepat rotasi armada, sekaligus meningkatkan ketepatan jadwal distribusi barang.
Selain mempercepat proses pelayanan di dermaga, BTP juga berhasil menekan Waiting Time atau waktu tunggu kapal sebelum aktivitas bongkar muat dimulai.
Dari sebelumnya mencapai 1,4 jam, kini waktu tunggu kapal turun menjadi sekitar 0,6 jam, atau berkurang sekitar 57 persen.
Semakin singkat waktu tunggu berarti kapal dapat segera memperoleh pelayanan begitu tiba di pelabuhan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan pelabuhan yang efisien, responsif, dan mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha yang semakin menuntut kecepatan layanan.
