Indrasakti menambahkan, lokasi baru di kawasan komersial memberi potensi pertumbuhan bisnis yang signifikan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan KCP Batuaji akan ditingkatkan statusnya menjadi kantor cabang penuh apabila pertumbuhan bisnis menunjukkan tren positif.
“Harapan kami, BTN KC Batam terus bertumbuh dan melesat menjadi yang terbaik di wilayah Sumatera. Batuaji adalah kawasan dengan dinamika ekonomi yang sangat kuat,” katanya.
Peresmian kantor baru turut dihadiri Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, Ketua DPD REI Khusus Kota Batam Robinson Tan, jajaran manajemen BTN, notaris, mitra kerja, hingga nasabah. Momentum peresmian yang berlangsung di antara perayaan Imlek dan menjelang Ramadan dinilai membawa makna simbolik tersendiri.
Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin menyebut relokasi KCP Batuaji sebagai momentum strategis bagi penguatan sektor ekonomi lokal. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, khususnya UMKM.
Menurutnya, program pembiayaan modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan bagi UMKM yang dijalankan BTN menjadi solusi konkret bagi pelaku usaha kecil. Program tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan ekonomi daerah yang diusung Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
“Program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kehadiran BTN memberi solusi nyata bagi pelaku UMKM untuk berkembang tanpa terbebani syarat yang berat,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan KCP Batuaji tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, hingga penguatan branding bagi pelaku UMKM lokal. Bahkan, ia membuka peluang agar ke depan BTN dapat dipertimbangkan menjadi mitra Pemerintah Kota Batam sebagai bank kas daerah, berdampingan dengan Bank Riau Kepri.
Dari sisi sektor properti, Ketua DPD REI Khusus Kota Batam Robinson Tan menilai relokasi KCP Batuaji sebagai langkah strategis, mengingat kawasan tersebut berkembang sebagai pusat hunian baru, kawasan industri, sekaligus pusat perdagangan.
Menurutnya, Batuaji memiliki basis nasabah potensial yang kuat, terutama dari kalangan pekerja industri dan keluarga muda yang membutuhkan akses pembiayaan perumahan. Hal ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pengembang dan perbankan.
“Kami optimistis BTN dapat terus memberikan layanan terbaik dan menjaga sinergi yang sudah berjalan baik dengan para pengembang,” ujarnya.
Sebagai bank yang identik dengan pembiayaan sektor perumahan, BTN memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan akses kredit kepemilikan rumah (KPR), terutama di kawasan penyangga industri seperti Batuaji. Dukungan pembiayaan yang stabil diyakini akan mempercepat realisasi proyek hunian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi turunan di sektor konstruksi dan perdagangan bahan bangunan.
