Kenaikan fantastis ini mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha lokal terhadap kebijakan BP Batam yang stabil dan progresif. Pemerintah terus mendorong pelaku industri lokal untuk memperluas usahanya melalui kemudahan investasi, pembinaan UMKM, dan penguatan rantai pasok industri di kawasan Batam.
Selain dari sektor domestik, Penanaman Modal Asing (PMA) juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Nilai PMA meningkat dari Rp 13,25 triliun menjadi Rp 18,81 triliun, atau naik 41,97% dibanding tahun sebelumnya.
Capaian ini membuktikan bahwa Batam tetap menjadi magnet utama bagi investor asing, khususnya dari Singapura, yang selama ini menjadi mitra strategis dan hub investasi bagi kawasan Asia Tenggara.
Diversifikasi investasi asing juga semakin luas, mencakup sektor manufaktur, logistik, energi, dan digital, yang semuanya berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah ekonomi daerah.
Jika dilihat dari metodologi pengukuran investasi, capaian BP Batam nyaris menyentuh target tahunan. Berdasarkan metodologi LKPM, realisasi Rp 33,6 triliun telah mencapai 91% dari target tahun 2025 sebesar Rp 36,9 triliun.
Sementara itu, berdasarkan metodologi Bottom-Up, nilai investasi Batam mencapai Rp 54,7 triliun, naik 25,58% dibanding periode sebelumnya (Rp 43,26 triliun), atau setara 91% dari target Rp 60 triliun tahun 2025.
Angka ini memperlihatkan performa luar biasa BP Batam dalam menjaga kesinambungan investasi hingga penghujung tahun, dengan peluang besar untuk melampaui target bila tren positif ini berlanjut pada Triwulan IV mendatang.
Peningkatan yang signifikan ini menunjukkan keberhasilan BP Batam dalam menjaga kepercayaan investor dan memperkuat posisi Batam sebagai gerbang investasi Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan digitalisasi layanan perizinan yang semakin efisien, Batam terus berkembang menjadi destinasi unggulan bagi investor global.









