KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi membuka Creative & Innovative Riau Islands Carnival (Cernival) 2026 di Harbour Bay, Batu Ampar, Batam, Jumat (24/7/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi digital, memperkuat ekosistem UMKM, serta mendorong sektor pariwisata melalui optimalisasi penggunaan QRIS.
Pembukaan Cernival 2026 dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), OJK, BP Batam, pemerintah daerah, perbankan, asosiasi usaha, hingga pelaku UMKM dan komunitas kreatif.
Mewakili Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Andri Rizal menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia beserta seluruh pihak yang telah menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif di Kepulauan Riau.
Menurutnya, posisi strategis Kepulauan Riau sebagai daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan enam negara memberikan peluang besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis kreativitas, inovasi, dan teknologi.
“Kekayaan Kepulauan Riau bukan hanya terletak pada letak geografisnya, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang memiliki ide, kreativitas, dan inovasi. Melalui Cernival 2026 kita membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi seniman, desainer, pelaku UMKM, dan kreator lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, festival tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan instrumen pembangunan ekonomi daerah yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus menciptakan destinasi wisata baru berbasis budaya dan ekonomi kreatif.
Andri juga menilai penguatan sektor ekonomi kreatif harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya Melayu.
“Tradisi dan kearifan lokal Melayu harus mampu berpadu dengan perkembangan teknologi digital sehingga menghasilkan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kepri, lanjutnya, berkomitmen terus memberikan dukungan kepada pelaku ekonomi kreatif agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, mengatakan Cernival 2026 merupakan agenda tahunan Bank Indonesia yang menggabungkan promosi digitalisasi sistem pembayaran dengan pengembangan UMKM, literasi keuangan digital, hingga hiburan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan masyarakat menggunakan transaksi nontunai melalui QRIS.
“Melalui bazar UMKM, pasar malam modern, seminar literasi keuangan digital, hingga berbagai kompetisi kreatif, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat transaksi digital yang cepat, aman, dan efisien,” ujarnya.
Ardhienus menjelaskan perkembangan QRIS di Kepulauan Riau menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan.
Sepanjang tahun 2025, volume transaksi QRIS di Kepri mencapai 99,44 juta transaksi, atau tumbuh 163,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi nilai transaksi, QRIS di Kepri mencatat nominal sebesar Rp11,55 triliun, meningkat 129,55 persen secara tahunan.
Sementara hingga Mei 2026, volume transaksi telah mencapai 57,60 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp6,74 triliun, atau tumbuh 101,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah pengguna QRIS juga terus meningkat. Hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 564.088 pengguna, sedangkan pada Mei 2026 meningkat menjadi 610.326 pengguna.
Menurut Ardhienus, angka tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital nasional.
Lebih lanjut, ia menegaskan Harbour Bay dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Batam dari Singapura dan Malaysia.
Melalui lokasi strategis tersebut, BI juga ingin memperluas pemanfaatan QRIS Cross Border sehingga wisatawan asing dapat bertransaksi secara mudah menggunakan sistem pembayaran digital yang telah terintegrasi.
Pada tahun 2025, transaksi QRIS lintas negara di Kepulauan Riau yang dilakukan wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Thailand mencapai 221.819 transaksi, atau sekitar 3,76 persen dari total transaksi QRIS Cross Border nasional.
Selain mendukung sektor pariwisata, implementasi QRIS juga terus diperluas dalam program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), termasuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan transparansi tata kelola keuangan daerah, memperluas inklusi keuangan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi digital di Kepulauan Riau.
Selama tiga hari pelaksanaan, Cernival 2026 menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari Bazar UMKM, Pasar Malam QRIS Rp1, Seminar Golden Future, Fun Night Run, berbagai kompetisi kreatif, hingga festival musik yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum.
Bank Indonesia berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperluas adopsi pembayaran digital di seluruh lapisan masyarakat.
Cernival 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026, sebagai gerakan nasional yang mendorong percepatan transformasi ekonomi digital dari pusat hingga daerah.
Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, pemerintah kabupaten/kota, sektor perbankan, pelaku UMKM, dan masyarakat, Cernival 2026 diharapkan menjadi penggerak lahirnya ekosistem ekonomi digital yang inklusif, berdaya saing, dan mampu menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan perbatasan Indonesia.(Iman Suryanto)
