Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BI untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah kondisi perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian.
Destry mengatakan penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter juga akan menjadi faktor penting. Koordinasi tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan portofolio asing.
Selain itu, koordinasi kebijakan diharapkan dapat memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan.
BI Awasi Pembelian Dolar AS
BI juga akan memperkuat pengawasan terhadap sektor perbankan dan korporasi, terutama terhadap aktivitas pembelian dolar AS dalam jumlah besar.
Pengawasan tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BI juga akan memperkuat ketentuan terkait pelaporan lalu lintas devisa.
“Kemudian juga Bank Indonesia akan terus memperkuat pengawasan terhadap bank dan korporasi, dengan aktivitas pembelian dolar US yang tinggi melalui koordinasi dengan OJK, serta memperkuat ketentuan pelaporan lalu lintas devisa,” jelas Destry.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, BI berupaya memastikan pergerakan rupiah tetap terkendali sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan dan kondisi makroekonomi Indonesia pada 2027.
SUMBER: CNBC INDONESIA
