KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Upaya penghijauan yang selama dua tahun terakhir dirawat dengan penuh perhatian harus menghadapi kenyataan pahit. Ratusan pohon jati emas yang tengah tumbuh subur di sejumlah titik di Kota Batam ditemukan dalam kondisi rusak setelah dipotong bahkan dicabut oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari jajaran BP Batam. Anggota/Deputy Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar vandalisme biasa, melainkan bentuk perusakan lingkungan yang tidak bisa ditoleransi.
Menurut Ariastuty, pohon-pohon jati emas tersebut merupakan bagian dari program penghijauan kota yang dirawat secara intensif oleh tim pertamanan BP Batam.
Selama dua tahun terakhir, pohon-pohon itu dipupuk, disiram, dan dipantau pertumbuhannya setiap hari agar dapat tumbuh besar dan memberi manfaat bagi lingkungan.
“Jujur, kami sangat sedih melihat sekitar 300 pohon dipotong seperti itu. Pohon itu makhluk hidup yang kami rawat setiap hari. Rasanya sangat menyayat hati melihatnya dirusak begitu saja oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya dengan nada prihatin pada Senin (4/5/2026) siang.
Ariastuty menilai tindakan tersebut mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Program penghijauan yang dijalankan BP Batam bertujuan memperindah kota sekaligus menjaga kualitas udara dan ekosistem perkotaan.
Ia menegaskan, pohon jati emas yang ditanam bukan sekadar tanaman hias, melainkan investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan Batam. Karena itu, kerusakan yang terjadi bukan hanya kerugian materi, tetapi juga kerugian ekologis.
“Ini bukan sekadar merusak tanaman. Ini adalah perusakan lingkungan. Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan tidak akan mentolerir hal seperti ini terjadi lagi,” tegasnya.
