“Insya Allah akhir 2028 sudah selesai dan kita mulai merekrut anak-anak kita untuk masuk. Anak-anak Rempang dan Galang menjadi prioritas,” katanya.
Terkait pengelolaan, Amsakar memastikan sekolah akan dikelola oleh pemerintah, baik melalui BP Batam maupun Pemerintah Kota Batam. Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan mengenai dukungan pengelolaan serta skema beasiswa bagi para siswa.
Menurut Amsakar, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam pembangunan sekolah ini menjadi contoh sinergi investasi sosial yang tidak hanya mendukung pemerataan pendidikan, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja berkualitas yang dibutuhkan Batam sebagai pusat industri, investasi, dan ekonomi nasional.(Iman Suryanto)
