BP Batam : Singapura dan Jepang jadi Top 5 Investor

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Kota Batam kiranya masih menjadi incaran Investor dalam menanamkan investasinya. Hal ini bisa dilihat dari capaian di Triwulan (TW) I dan II di tahun 2025.

Tercatat pada Triwulan I/2025, Kota Batam mampu menarik investasi hingga Rp8,61 triliun atau setara dengan US$491,8 juta. Sementara itu, pada Triwulan II/2025 tercatat mencapai Rp9,56 Triliun.

Bacaan Lainnya

“Dengan ini, maka ada perbedaan kenaikkan hingga 11 persen,” jelas Kepala Biro Umum BP Batam, Muhammad Taufan kepada KE Group pada Rabu(27/8/2025) pagi.

Pihaknya juga menegaskan, nilai investasi Triwulan II/2025 tersebut terbagi atas realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp5,6 Triliun atau naik 89 persen dari momen yang sama di tahun 2024 atau sebesar Rp3 Triliun.

Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,8 triliun pada triwulan II/2025 atau naik 108 persen dari momen yang sama di tahun 2024.

Dengan negara penyumbang realisasi investasi terbesar ditempati Singapura, disusul Jepang, Tiongkok, Hongkong dan Malaysia.

“Ini adalah lima negara masuk dalam kategori Top 5 Negara Investor,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa total realisasi investasi pada triwulan II 2025 mencapai Rp477,7 triliun, atau naik 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan tambahan tersebut, total realisasi semester I 2025 telah mencapai Rp942,9 triliun, naik 13,6% dibandingkan semester I 2024. Pencapaian ini setara 49,5% dari target tahun 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun.

Menurut Rosan, capaian ini tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang juga ditopang oleh investasi.

“Begitu aktifnya peran Bapak Presiden berkunjung ke banyak negara, juga menumbuhkan kepercayaan atau confidence dari banyak pihak di luar negeri. Keberadaan Danantara sebagai SWF (Sovereign Wealth Fund/Badan Pengelola Investasi) juga menambah kepercayaan dari para investor untuk berinvestasi di Indonesia karena mereka tahu kita juga bisa berinvestasi bersama mereka, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” ujar Rosan.

Pada triwulan II 2025, PMDN menyumbang Rp275,5 triliun atau 57,7% dari total investasi, menunjukkan kepercayaan kuat dari pelaku usaha nasional. Sementara itu, PMA mencatatkan kontribusi sebesar Rp202,2 triliun atau 42,3%.

Distribusi geografis juga menunjukkan bahwa wilayah di luar Jawa mencatatkan realisasi lebih tinggi yaitu Rp240,2 triliun (50,3%) dibanding Jawa sebesar Rp237,5 triliun (49,7%).

“Ini adalah bukti bahwa baik dari dalam maupun luar negeri, para pelaku usaha melihat Indonesia dengan keyakinan yang sama. Karena angka tidak berbohong. Kita bisa lihat terjadi peningkatan sebesar 13,6%, dan ini adalah angka-angka nyata—investasi yang benar-benar sudah mereka tanamkan, bukukan, dan belanjakan di Indonesia. Angka ini mencerminkan realisasi yang konkret, yang dampaknya tidak hanya terasa di sektor perekonomian, tapi juga di berbagai aspek lainnya,” ungkap Rosan. (iman/***)

Pos terkait