Secara tren bulanan (Februari 2025–Februari 2026), nilai ekspor dan impor Kepri berfluktuasi mengikuti dinamika permintaan global.
Sebagaimana diketahui, ekspor sempat mencapai titik tinggi pada Mei 2025 dengan besaran di atas US$ 2,3 miliar. Dan sepanjang semester II 2025, nilai ekspor cenderung stabil di kisaran US$ 1,8–2,1 miliar.
Dan memasuki awal 2026, ekspor kembali menguat hingga mendekati US$ 2 miliar. Dimana pergerakan impor mengikuti pola serupa, menunjukkan hubungan erat antara aktivitas produksi industri dengan kebutuhan bahan baku impor.
Selain itu, BPS juga mencatat negara tujuan utama ekspor nonmigas Kepri pada Februari 2026 didominasi tujuan
1. Amerika Serikat – US$ 396,08 juta
2. Singapura – US$ 317,04 juta
3. India – US$ 203,01 juta
4. Tiongkok – US$ 133,77 juta
Dominasi Amerika Serikat menegaskan kuatnya peran Kepri dalam rantai pasok global, khususnya produk elektronik, mesin, dan manufaktur.
Sementara itu, negara asal impor nonmigas terbesar antara lain;
1. Tiongkok – US$ 772,56 juta
2. Singapura – US$ 131,35 juta
3. Taiwan – US$ 99,50 juta
4. Amerika Serikat – US$ 77,07 juta
Tiongkok masih menjadi pemasok utama bahan baku industri dan komponen manufaktur bagi sektor industri Kepri.
Kinerja ekspor–impor yang sama-sama tumbuh menunjukkan aktivitas industri dan perdagangan Kepri tetap bergairah di tengah dinamika ekonomi global.
Pertumbuhan ekspor menandakan permintaan internasional terhadap produk Kepri tetap kuat, sementara kenaikan impor mengindikasikan ekspansi produksi dan investasi industri masih berlangsung.










